Dukungan Sosial Kader Desa Siaga Sehat Jiwa Terhadap Keluarga Orang Dengan Gangguan Jiwadi Desa Kersamanah Kecamatan Kersamanah Kabupaten
Main Article Content
Abstract
Dukungan Sosial Kader Desa Siaga Sehat Jiwa (DSSJ) Terhadap Keluarga Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Kersamanah, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut. ROSYIKIN SUKANDA Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia, potensial memiliki populasi penderita gangguan jiwa cukup besar. Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan, 14 juta orang di Indonesia yang berusia di atas 15 tahun mengalami gejala depresi dan gangguan kejiwaan. Sedangkan prevalensi gangguan jiwa berat seperti skizofrenia mencapai 400.000 jiwa. Schizophrenia digolongkan sebagai gangguan jiwa berat ditandai gejala- gejala positif, seperti: pembicaraan yang kacau, delusi, halusinasi, gangguan cognitif dan persepsi. Sedangkan gejala-gejala negatif seperti avolition (menurunnya minat dan dorongan), berkurangnya keinginan bicara dan miskinnya isi pembicaraan, afek yang datar, serta terganggunya relasi (Strauss & Gabbard dalam Iman Setiadi Arif; 2006). Data dilansir garutnews.com tanggal 25 Nopember 2014, bahwa di Kabupaten Garut terdapat 4.805 ODGJ merupakan jumlah tertinggi di Jawa Barat. 152 ODGJ terdata di Kecamatan Kersamanah yang merupakan kecamatan yang memiliki jumlah ODGJ tertinggi di Kabupaten Garut. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji secara mendalam mengenai dukungan sosial kader DSSJ terhadap keluarga ODGJ. Aspek yang diteliti meliputi: karakteristik informan, dukungan saran/nasihat/informasi (appraisal support) oleh kader kepada keluarga ODGJ, dukungan bantuan nyata (tangiable support) oleh kader kepada keluarga ODGJ, dukungan emosional kader kepada keluarga ODGJ, dukungan penguatan perasaan diterima (belonging support) oleh kader kepada keluarga ODGJ. Informan penelitian tiga orang kader DSSJ dan dua orang keluarga ODGJ. Hasil penelitian diketahui, bahwa kader DSSJ telah melakukan dukungan sosial kepada keluarga ODGJ dalam bentuk pemberian dukungan saran/nasihat/informasi (appraisal support), dukungan bantuan nyata (tangiable support), dukungan emosional, dan dukungan penguatan perasaan diterima (belonging support).