slot gacor

Tanggung Jawab Sosial Masyarakat Dalam Pelayanan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (Rbm) bagi Anak Penyandang Disabilitas di Desa Manggungjaya Kecamatan Rajapolah Kabupaten

Main Article Content

Eni Rahayuningsih

Abstract

Faktor-faktor penyebab kekambuhan (relapse) dalam penelitian ini terdiri dari dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor-faktor internal penyebab kekambuhan (relapse) terdiri dari dua yaitu pikiran (thought) dan perasaan (feeling). Aspek pikiran (thought) sangat mempengaruhi korban penyalahgunaan NAPZA untuk kembali menggunakan NAPZA atau kambuh. Pikiran- pikiran untuk relapse datang di saat informan mengalami kejenuhan atau stres karena suatu permasalahan yang dialami dalam kehidupan. Pikiran akan rasa enaknya NAPZA yang terus bermunculan mendorong informan untuk kembali kambuh (relapse). Seringnya pikiran-pikiran untuk relapse muncul disebabkan karena tidak adanya kegiatan atau aktivitas yangdilakukan korban penyalahgunaan. penyalahgunaan NAPZA untuk kembali menggunakan NAPZA atau kambuh. Pikiran- pikiran untuk relapse datang di saat informan mengalami kejenuhan atau stres karena suatu permasalahan yang dialami dalam kehidupan. Pikiran akan rasa enaknya NAPZA yang terus bermunculan mendorong informan untuk kembali kambuh (relapse). Seringnya pikiran-pikiran untuk relapse muncul disebabkan karena tidak adanya kegiatan atau aktivitas yang dilakukan korban penyalahgunaan. Aspek perasaan (feeling) sangat mempengaruhi korban penyalahgunaan NAPZA untuk kembali menggunakan NAPZA. Perasaan-perasaan yang muncul sebelum kembali menggunakan NAPZA berkaitan dengan pikiran yang dialami oleh informan itu sendiri. Pikiran dan perasaan saling berhubungan sebagai penyebab kekambuhan yang dialami informan. Berbagai macam perasaan sebelum akhirnya memilih untuk relapse dirasakan oleh korban penyalahgunaan. NAPZA seperti rasa gelisah, cemas, kangen yang menggebu-gebu, rasa bimbang atau ragu-ragu untuk kembali menggunakan NAPZA atau tidak, mudah marah hingga emosi yang tidak stabil. Faktor-faktor eksternal penyebab kekambuhan (relapse) pada korban penyalahgunaan NAPZA terdiri dari empat yaitu orang-orang (people), tempat (places), peristiwa (events), dan keadaan (circumstances). Faktor eksternal penyebab kekambuhan yang dirasakan korban penyalahgunaan NAPZA berkaitan dengan faktor internal penyebab kekambuhan itu sendiri. Pemicu yang berasal dari luar diri korban penyalahgunaan NAPZA juga dapat memicu pikiran dan perasaan mereka untuk kembali menggunakan NAPZA (relapse). Aspek orangorang (people) yang dapat mempengaruhi korban penyalahgunaan NAPZA bisa berupa dari keluarga, teman dekat, kerabat, pengedar NAPZA atau orang-orang di sekitar lingkungannya. Hal ini dikarenakan faktor internal ikut ambil bagian dalam kekambuhan (relapse) yang dialami, pikiran dan perasaan akan turut mempengaruhi korban penyalahgunaan NAPZA. Aspek tempat (places) dapat mempengaruhi korban penyalagunaan NAPZA untuk kembali menggunakan NAPZA. Tempat yang paling banyak dirasakan korban penyalahgunaan NAPZA sebagai penyebab relapse yang dialami adalah tempat rutin yang biasa dimanfaatkan korban penyalahgunaan NAPZA untuk menggunakan NAPZA. Mereka hanya menggunakan NAPZA di tempat yang menurut mereka paling aman dan nyaman. Aspek orang-orang (people) yang dapat mempengaruhi korban penyalahgunaan NAPZA bisa berupa dari keluarga, teman dekat, kerabat, pengedar NAPZA atau orang-orang di sekitar lingkungannya. Hal ini dikarenakan faktor internal ikut ambil bagian dalam kekambuhan (relapse) yang dialami, pikiran dan perasaan akan turut mempengaruhi korban penyalahgunaan NAPZA. Aspek tempat (places) dapat mempengaruhi korban penyalagunaan NAPZA untuk kembali menggunakan NAPZA. Tempat yang paling banyak dirasakan korban penyalahgunaan NAPZA sebagai penyebab relapse yang dialami adalah tempat rutin yang biasa dimanfaatkan korban penyalahgunaan NAPZA untuk menggunakan NAPZA. Mereka hanya menggunakan NAPZA di tempat yang menurut mereka paling aman dan nyaman. Aspek orang-orang (people) yang dapat mempengaruhi korban penyalahgunaan NAPZA bisa berupa dari keluarga, teman dekat, kerabat, pengedar NAPZA atau orang- orang di sekitar lingkungannya. Hal ini dikarenakan faktor internal ikut ambil bagian dalam kekambuhan (relapse) yang dialami, pikiran dan perasaan akan turut mempengaruhi korban penyalahgunaan NAPZA. Aspek tempat (places) dapat mempengaruhi korban penyalagunaan NAPZA untuk kembali menggunakan NAPZA. Tempat yang paling banyak dirasakan korban penyalahgunaan NAPZA sebagai penyebab relapse yang dialami adalah tempat rutin yang biasa dimanfaatkan korban penyalahgunaan NAPZA untuk menggunakan NAPZA. Mereka hanya menggunakan NAPZA di tempat yang menurut mereka paling aman dan nyaman. Aspek orang-orang (people) yang dapat mempengaruhi korban penyalahgunaan NAPZA bisa berupa dari keluarga, teman dekat, kerabat, pengedar NAPZA atau orang-orang di sekitar lingkungannya. Hal ini dikarenakan faktor internal ikut ambil bagian dalam kekambuhan (relapse) yang dialami, pikiran dan perasaan akan turut mempengaruhi korban penyalahgunaan NAPZA. Aspek tempat (places) dapat mempengaruhi korban penyalagunaan NAPZA untuk kembali menggunakan NAPZA. Tempat yang paling banyak dirasakan korban penyalahgunaan NAPZA sebagai penyebab relapse yang dialami adalah tempat rutin yang biasa dimanfaatkan korban penyalahgunaan NAPZA untuk menggunakan NAPZA. Mereka hanya menggunakan NAPZA di tempat yang menurut mereka paling aman dan nyaman. Aspek peristiwa (events) dapat pula mempengaruhi korban penyalahgunaan NAPZA untuk kembali menggunakan NAPZA. Peristiwa yang dialami korban penyalahgunaan NAPZA sebelum akhirnya relapse juga berbedabeda. Peristiwa yang paling dominan yang memicu korban penyalahgunaan NAPZA untuk kambuh kembali berkaitan dengan peristiwa yang tidak menyenangkan. Peristiwa yang tidak menyenangkan itu berakibat pada muculnya rasa stres yang akan semakin memperkuat keinginan korban penyalahgunaan NAPZA untuk kambuh. Sama halnya dengan aspek keadaan (circumstances), keadaan atau situasi yang memicu korban penyalahgunaan NAPZA untuk relapse berkaitan dengan faktor internal yang mereka alami, seperti jenuh, stres dan tidak adanya aktivitas yang dilakukan. Keadaan yang dirasa nyaman dapat mendukung kemungkinan untuk relapse ditambah faktor internal tersebut. Hasil dari penelitian mengenai faktor-faktor penyebab kekambuhan (relapse) pada korban penyalahgunaan NAPZA di Yayasan Breaktrough Mission Indonesia Sentul City Bogor terungkap bahwa secara keseluruhan informan atau korban penyalahgunaan NAPZA mengalami relapse disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Kekambuhan (relapse) yang dialami kelima informan disebabkan oleh faktor internal yaitu pikiran dan perasaan. Sedangkan faktor eksternal yang mana terdiri dari aspek orang-orang, tempat, peristiwa dan keadaan, tidak semua pengalaman relapse informan disebabkan oleh keempat aspek tersebut. Informasi ataupun pengetahuan terkait pencegahan kekambuhan (relapse) dalam menjalani program rehabilitasi dibutuhkan bagi korban penyalahgunaan NAPZA sebelum mereka selesai menjalani rehabilitasi atau finish program agar korban penyalahgunaan NAPZA siap untuk kembali ke lingkungannya dan dapat menerapkan upaya pencegahan kekambuhan pada dirinya sendiri. Secara keseluruhan pelaksanaan penelitian yang dilakukan oleh peneliti berjalan dengan baik. Namun tidak terlepas dari hasil penelitian yang didapatkan, peneliti tentunya mengalami hambatan dalam melaksanakan penelitian ini. Secara keseluruhan pelaksanaan penelitian yang dilakukan oleh peneliti berjalan dengan baik. Namun tidak terlepas dari hasil penelitian yang didapatkan, peneliti tentunya mengalami hambatan dalam melaksanakan penelitian ini. Hambatan-hambatan yang dialami antara yaitu peneliti yang mana merupakan seorang perempuan membuat peneliti harus lebih menjaga batasanbatasan dalam melaksanakan penelitian karena di Divisi NAPZA mayoritas berjenis kelamin laki-laki, ada residen yang kurang kooperatif dengan penelitian ini sehingga menyulitkan peneliti dalam melaksanakan penelitian. Keterbatasan penelitian yang dilakukan oleh peneliti yaitu waktu pelaksanaan penelitian yang begitu singkat karena berkaitan dengan anggaran

Article Details

Section
Articles