slot gacor

Burnout Pada Pengasuh Di Yayasan Bening Nurani (YABNI) Kabupaten Sumedang

Main Article Content

Uke Hani Rasalwati
Sri Ratna Ningrum

Abstract

Berbagai faktor menyebabkan anak hidup terpisah dari keluarganya dan akhirnya diasuh oleh lembaga kesejahteraan sosial atau yang lebih dikenal dengan panti asuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana Burnout yang dialami oleh Pengasuh di Yayasan Bening Nurani (YABNI) Kabupaten Sumedang melalui pendekatan metode penelitian kuantitatif. Burnout adalah suatu kumpulan gejala fisik, psikologis, mental yang bersifat destruktif akibat dari kelelahan kerja yang bersifat monoton dan menekan, pekerja yang terkena burnout lebih gampang mengeluh, menyalahkan orang lain bila ada masalah, lekas marah, dan menjadi sinis tentang karir mereka, Burnout adalah keadaan tekanan psikologis seorang karyawan setelah berada dipekerjaan itu untuk jangka waktu tertentu. Hasil Penelitian menunjukkan kelelahan fisik, kelelahan emosi, kecenderungan merendahkan diri dan orang lain serta berkurangnya prestasi diri yang dialami oleh para pengasuh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mendapatkan informasi yang luas dan memperoleh gambaran secara spesifik dari suatu populasi mengenai Burnout. Burnout adalah skor total yang di hasilkan dari pengukuran aspek-aspek Physical Exhaustion, Emotional Exhaustion, Diminished Personal Accomplishment dan Depersonalization. Hasil penelitian menunjukkan pengasuh mengalami kelelahan fisik yang ditandai dengan sakit kepala (85,71%), sulit tidur (85,70 %), kurang bergairah (90,48 %), dan sakit otot (80,95 %); emosi mudah marah (95,17 %) dan merasa sedih (76,19 %); aspek kecenderungan merendahkan diri dan orang lain menunjukkan 85,72 % pengasuh memiliki prasangka negatif terhadap orang lain, berbuat tidak baik pada orang lain (66,67 %) dan bersikap masa bodoh terhadap pekerjaan yang harus dilakukan (90,48 %); pengasuh mengalami penurunan kepercayaan diri (90,47 %), prestasi menurun (90,47 %), lalai dalam bekerja (80, 96 %), tidak mentaati aturan (52, 38 %), tidak membuat laporan (66,66 %), tidak sungguh-sungguh didalam bekerja (57,14 %) dan tidak memiliki inisiatif (57,14 %)

Article Details

Section
Articles