Pengasuhan Alternatif Anak di Panti Sosial Asuhan Anak Muhammadiyah Sumur Bandung Kota Bandung
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengasuhan alternatif anak di Lembaga Perawatan Anak Muhammadiyah Sumur Bandung. Aspek-aspek yang diteliti meliputi pengasuhan dasar, memastikan keamanan, kehangatan emosional, stimulasi, bimbingan dan batasan yang diberikan dari pengasuh kepada anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan penentuan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: 1) observasi, 2) wawancara mendalam, dan 3) studi dokumentasi. Pemeriksaan validitas data menggunakan 1) triangulasi dan 2) Diskusi dengan pakar sejawat. Selanjutnya, hasil penelitian ini dianalisis menggunakan: 1) reduksi data, 2) penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuhan anak dari pengasuh kepada anak asuh masih belum berjalan optimal yaitu pada aspek perawatan dasar, kehangatan emosi, dan stimulasi. Berdasarkan analisis masalah dan kebutuhan yang ditemukan, peneliti merekomendasikan program “Peningkatan Kapasitas Pengasuhan bagi Pengasuh di Panti Sosial Asuhan Anak Muhammadiyah Sumur Bandung” melalui workshop tentang Standar Nasional Pengasuhan Anak serta studi banding dengan lembaga sosial pengasuhan anak terakreditasi di Kota Bandung.
Berbagai faktor menyebabkan anak hidup terpisah dari keluarganya dan akhirnya diasuh oleh lembaga kesejahteraan sosial atau yang lebih dikenal dengan panti asuhan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana Burnout yang dialami oleh Pengasuh di Yayasan Bening Nurani (YABNI) Kabupaten Sumedang melalui pendekatan metode penelitian kuantitatif. Burnout adalah suatu kumpulan gejala fisik, psikologis, mental yang bersifat destruktif akibat dari kelelahan kerja yang bersifat monoton dan menekan, pekerja yang terkena burnout lebih gampang mengeluh, menyalahkan orang lain bila ada masalah, lekas marah, dan menjadi sinis tentang karir mereka, Burnout adalah keadaan tekanan psikologis seorang karyawan setelah berada dipekerjaan itu untuk jangka waktu tertentu. Hasil Penelitian menunjukkan kelelahan fisik, kelelahan emosi, kecenderungan merendahkan diri dan orang lain serta berkurangnya prestasi diri yang dialami oleh para pengasuh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mendapatkan informasi yang luas dan memperoleh gambaran secara spesifik dari suatu populasi mengenai Burnout. Burnout adalah skor total yang di hasilkan dari pengukuran aspek-aspek Physical Exhaustion, Emotional Exhaustion, Diminished Personal Accomplishment dan Depersonalization. Hasil penelitian menunjukkan pengasuh mengalami kelelahan fisik yang ditandai dengan sakit kepala (85,71)