Kecenderungan Relapse Korban Penyalahgunaan Napza Di Yayasan Serba Bhakti: Pondok Inabah Kabupaten Tasikmalaya
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kecenderungan relapse korban penyalahgunaan NAPZA yang sedang menjani program pemulihan di Yayasan Serba Bhakti Pondok Inabah. Kecenderungan relapse terdiri dari enam aspek meliputi anxiety and intention to use drug, emotionally problem, compulsivity for drug, positive expectacies and lack over control to drugs, lack of negative expectacies dan insight into one’s own drug problem yang ditunjukan oleh korban penyalahgunaan NAPZA yang sedang melakukan pemulihan di Pondok Inabah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban penyalahgunaan NAPZA memiliki tingkat kecenderungan relapse yang sedang, akan tetapi adanya beberapa aspek kecenderungan relapse yang ditunjukan belum sesuai dengan kriteria yang diharapkan yaitu aspek emotionally problem dan insight inti one’s drug problem. Berdasarkan hasil tersebut ditemukan bahwa sebagian besar responden masih memiliki permasalahan emosional dan belum memiliki pengetahuan akan permasalahan yang akan timbul dari penggunaan NAPZA yang dapat berpegaruh pada kemungkinan terjadinya relapse setelah klien menjalani program pemulihan di Pondok Inabah. Berdasarka hasil analisis maka diperlukan upaya pencegahan relapse bagi klien yang akan menyelesaikan masa rehabilitasi melalui media kelompok yang berkaitan dengan penurunan tingkat emosional dan peningkatan pengetahuan korban penyalahgunaan NAPZA agar mampu mencegah, menghadapi dan mengatasi situasi yang dapat memicu (trigger) terjadinya relapse, sehingga diharapkan korban penyalahgunaan NAPZA akan mampu untuk mempertahankan kondisi kepulihannya setelah menjalani program pemulihan.