Stres Korban Penyalahgunaan Napza Dalam Mengikuti Program Pelayanan Rehabilitasi di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Societa Indonesia
Main Article Content
Abstract
Stres adalah suatu kondisi dimana seseorang merasakan adanya tekanan yang melebihi kapasitas individu dan sangat terkait dengan kondisi dan reaksi fisik bagi individu itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara mendalam tentang: 1) Karakteristik Informan, 2) Gejala-gejala stres yang ditunjukan Korban Penyalahgunaan NAPZA dalam mengikuti program pelayanan rehabilitasi di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Societa Indonesia yang dilihat dari : indikator fisiologis, indikator emosional, dan indikator perilaku, 3) Faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebab stres pada Korban Penyalahgunaan NAPZA dalam mengikuti program pelayanan rehabilitasi di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Societa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Informan yaitu tiga orang korban penyalahgunaan NAPZA, satu orang Pekerja Sosial dan satu orang Konselor Adiksi yang ditentukan melalui teknik Purporsive. Teknik pengumpulan data menggunakan: 1) wawancara mendalam, 2) Observasi, 3) Studi Dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa : 1) Karakteristik informan adalah laki-laki berusia 16-18 tahun, sudah pernah menyalahgunakan NAPZA dan menerima pelayanan rehabilitasi rawat inap di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Societa
Indonesia, 2) Gejala-gejala stres yang pernah dirasakan adalah indikator fisiologis: sakit kepala, kedinginan pada tangan dan kaki, mual, telapak tangan berkeringat, keletihan, suara yang bernada tinggi, dan perubahan nafsu makan. Indikator emosional: kecemasan, depresi, mudah lupa, perasaan tidak kuat kecenderungan berbuat salah, kepenatan, dan ledakan emosi. Indikator perilaku: Melukai diri, merusak fasilitas, terlambat dan bolak-balik atau menyusuri lantai, 3) faktor penyebab stres yaitu faktor eksternal berupa hubungan sosial dan lembaga serta faktor internal berupa peristiwa besar dan sistem keyakinan. Program yang diusulkan adalah “Optimalisasi program pelayanan rehabilitasi korban penyalahgunaan NAPZA di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Societa Indonesia”.