Kualitas Hidup Orang Dengan HIV/AIDS Binaan Yayasan Pelita Ilmu Jakarta Selatan
Main Article Content
Abstract
Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah orang yang dinyatakan terinfeksi oleh virus HIV/AIDS. Permasalahan ODHA dalam menjalankan kehidupan seringkali merasakan putus asa dan tidak berharga yang di akibatkan adanya stigma negatif dan tindakan diskriminasi yang dilakukan oleh masyarakat dan keluarga. Hal tersebut mengakibatkan ODHA mengalami disfungsi sosial dalam kehidupan masyarakat. Permasalahan ini mengancam kesejahteraan psikologis ODHA yang menyebabkan kualitas hidup ODHA semakin menurun dari semua aspek kehidupan. Sehingga hal tersebut mendorong peneliti untuk mengkaji mengenai kualitas hidup ODHA di Yayasan Pelita Ilmu Jakarta Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kuualitas hidup ODHA yang diukur melalui aspek-aspek menurut World Health Organization (WHO) yaitu diantaranya 1) kondisi kesehatan fisik, 2) kondisi psikologis, 3) kondisi hubungan sosial, 4) hubungan dengan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif terhadap 50 responden ODHA binaan Yayasan Pelita Ilmu Jakarta Selatan. Penarikan sampel menggunakan stratified random sampling dengan pengumpulan data melalui pengisian kuesioner dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan kualitas hidup Orang dengan HIV/AIDS yang cukup baik pada aspek kondisi kesehatan fisik (48%) sedangkan kualitas hidup Orang dengan HIV/AIDS yang kurang baik pada aspek kondisi psikologis (62%), aspek hubungan sosial (46%), dan aspek hubungan dengan lingkungan (54%). Hasil penelitian menunjukkan perlu adanya upaya peningkatan kualitas hidup pada Orang dengan HIV/AIDS pada aspek yang paling berpengaruh pada seluruh aspek kualitas hidup yaitu aspek kondisi psikologis. Peneliti merekomendasikan program “Peningkatan Kesejahteraan Psikologis Orang dengan HIV/AIDS Melalui Kelompok Bantu Diri” yang terdiri dari kegiatan kelompok bantu diri dan konseling individu oleh pekerja sosial dan terapis dari Dinas Sosial dan pihak Komisi Penanggulangan AIDS.