Pelaksanaan Program Aftercare Bagi Korban Penyalahgunaan NAPZA di Balai Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan NAPZA Insyaf Sumatera Utara
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang : 1) penguatan potensi; 2) pemeliharaan kepulihan; 3) pemberian informasi; 4) pelaksanaan konsultasi; 5) pendidikan; 6) penjangkauan; 7) pelaksanaan kerja; 8) Usaha Ekonomi Produktif; serta 9) Pendampingan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang bertujuan untuk memperoleh gambaran secara mendalam tentang pelaksanaan program Aftercare Bagi Korban Penyalahguna NAPZA di BRSKPN Insyaf Sumatera Utara. Informan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yaitu Program Manager, Konselor Adiksi, pekerja sosial adiksi, dan 2 orang klien. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Aftercare Insyaf dilakukan kepada eks klien rehabilitasi dengan tujuan sebagai sistem pencegahan kekambuhan. Dalam pelaksanaan Aftercare Insyaf terdiri dari brbagai kegiatan sesuai aspek-aspek penelitian. Pelaksanaan program Aftercare Insyaf sudah berjalan dengan baik meskipun masih terdapat sedikit kendala pada masalah konselor adiksi yang belum melaksanakan program Aftercare dengan efektif. Dalam pelaksanaannya kegiatan pemberian informasi dan pelaksanaan konsultasi pada program Aftercare mengalami kendala karena kegiatan konselor adiksi seperti penjangkauan yang menyebabkan pemberian informasi dan pelaksanaan konsultasi pada klien Aftercare mengalami kendala. Berdasarkan masalah yang ditemui, program yang diusulkan yaitu “Peningkatan kapasitas konselor adiksi Aftercare Insyaf melalui Problem Solving Decison Making”.