Resiliensi Keluarga Terhadap Perundungan Yang Dialami Anak di Desa Banguntapan Kecamatan Banguntapan Kota Yogyakarta
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilaksanakan untuk memperoleh gambaran tentang resiliensi keluarga terhadap perundungan yang dialami anak di Desa Banguntapan Kecamatan Banguntapan Kota Yogyakarta dan tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang : karakteristik informan, pengendalian emosi informan, pengendalian impuls informan, optimis informan, analisis penyebab masalah informan dan kemampuan meningkatkan aspek positif informan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang informan yang terdiri dari tiga orang informan utama yang merupakan keluarga yang anaknya menerima perilaku perundungan di Desa Banguntapan Kecamatan Banguntapan Kota Yogyakarta dan tiga orang informan pendukung yang merupakan warga masyarakat Desa Banguntapan dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi lalu adapun analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa resiliensi keluarga yang anaknya menerima perilaku perundungan tergolong sedang, hal ini terlihat pada aspek pengenalian emosi dan pengendalian impuls bahwa kurangnya kemampuan keluarga dalam mengelola perasaan emosinya ketika berhadapan dengan kesulitan ataupun tantangan kehidupan yang dialaminya, keluarga cenderung tidak mampu tenang dan fokus secara pikiran ketika banyak hal-hal yang menganggu, sehingga membuat mereka kehilangan kendali dan mendorong keluarga untuk melakukan hal yang agresif. Bedasarkan hasil analisis masalah, kebutuhan dan sistem sumber, maka program yang ditawarkan peneliti untuk mengatasi masalah ini adalah program “Peningkatan Resiliensi Keluarga Terhadap Perundungan yang Dialami Anak di Desa Banguntapan Kecamatan Banguntapan Kota Yogyakarta”, program ini bertujuan untuk memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada para keluarga yang anaknya menerima perilaku perundungan guna meningkatkan resiliensi pada dirinya.