Harga Diri (Self – Esteem) Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIa Bandung
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini tentang Harga Diri (Self – Esteem) Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandung. Tujuan penelitian dilakukan untuk mendapatkan gambaran tentang karakteristik responden, keberartian diri responden, kekuatan responden dalam mengontrol perilaku, kemampuan responden dalam mencapai tujuannya dan kebajikan responden dalam mengikuti standar moral dan etika yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yaitu hasil angket warga binaan dan sumber data sekunder yaitu data pendukung dari Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandung. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel sensus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah hasil angket, observasi dan studi dokumentasi terhadap 45 warga binaan yang sedang menjalani tahap admisi orientasi. Teknik analisis data melalui mencari data, mengumpulkan data dan menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandung yang memiliki harga diri rendah dengan persentase sebesar 28,89%. Harga diri rendah menunjukkan bahwa warga binaan memiliki penilaian negative terhadap dirinya sendiri. Warga binaan merasa dirinya tidak berharga, tidak berarti dan tidak berguna. Berdasarkan hasil analisis masalah, kebutuhan dan sumber, maka peneliti mengusulkan suatu program “Peningkatan Harga Diri Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandung melalui Family Support Group”. Program ini bertujuan untuk memberikan peningkatan pada harga diri warga binaan.