Resiliensi Remaja Yang Orangtuanya Bercerai di UPT Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja Makkareso Maros Sulawesi Selatan
Main Article Content
Abstract
Remaja dalam proses perkembangannya yang serba sulit dan masa membingungkan dirinya, remaja membutuhkan perhatian dan kasih sayang orangtua. Namun, pada kenyataannya sekarang banyak sekali ditemui keluarga yang bercerai. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan memperoleh gambaran yang mendalam tentang Resiliensi Remaja yang Orangtuanya Bercerai di UPT PPSBR Makkareso. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data terdiri dari enam informan yaitu tiga remaja yang orangtuanya bercerai dan tiga pembina panti dipilih secara purposive. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Adapun, teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan menggunakan uji kredibilitas, uji ketepatan, dan uji kepastian. Analisis data kualitatif dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan ketiga remaja memiliki resiliensi yang kurang baik pada kepercayaan diri. Perceraian orangtua menyebabkan remaja kurang mendapatkan perhatian dan dukungan sehingga remaja minder ketika berinteraksi karena merasa berasal dari keluarga broken home, tidak pede berbicara di depan umum, merasa tidak memiliki orangtua, dan tidak berani mengungkapkan pendapat. Sehingga resiliensi pada kepercayaan diri remaja kurang baik. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka peneliti merekomendasikan program yang direncanakan untuk meningkatkan kepercayaan diri remaja yaitu “Upaya Meningkatkan Rasa Percaya Diri Remaja (UPMEN RASA PD REMAJA) di UPT PPSBR Makkareso.