Pengaruh Implementasi Spiritual Religius Emotioanal Freedom Technique terhadap Penurunan Perilaku Gejala Depresi pada Lanjut Usia di Desa Rawalele Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang
Main Article Content
Abstract
Depresi merupakan salah satu permasalahan yang sering dialami
oleh lanjut usia. Depresi pada lansia disebabkan oleh beberapa faktor
diantaranya kehilangan pasangan, penyakit fisik kronis, gangguan beberapa
obat dan adanya stressor psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh implementasi SREFT terhadap penurunan perilaku gejala depresi
pada lanjut usia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode Single Subject Design (SSD) desain reversal A-B-A. Alat pengumpulan
data menggunakan Beck Depression Inventory (BDI) dan instrumen observasi
perilaku target yang disusun peneliti berdasarkan skala BDI. Jenis terapi yang
digunakan adalah SREFT yang mengembangkan terapi EFT dengan
menambahkan pengucapan kalimat dzikir di beberapa sesi pada tahapan
terapi. Subjek dalam penelitian ini yaitu tiga orang lanjut usia di Desa
Rawalele Kecamatan Dawuan Kabupaten Subang, berusia 60 – 70 tahun,
mengalami depresi ringan yang telah diderita selama kurang lebih 2 bulan,
tidak mengalami gangguan pendengaran dan kejiwaan. Perilaku sasaran yang
diobservasi adalah sulit tidur, kurang nafsu makan dan sering menangis.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan pengamatan
langsung, wawancara dan studi dokumentasi. Uji validitas alat ukur pada
penelitian ini menggunakan uji validitas muka dan statistik, adapun uji
reliabilitas menggunakan alpha cronbach serta percent agreement. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan perilaku gejala depresi
pada subjek penelitian setelah mendapatkan terapi SREFT. Hal tersebut
ditunjukkan melalui kecenderungan arah grafik dan hasil analisis data.