slot gacor

Peran Gabungan Kelompok Tani Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Tani Di Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat

Main Article Content

Rokna Murni

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa karakteristik Gapoktan Desa Sukaratu berdiri tahun 2002 yang bernama “Gapoktan Sukaratu” yang terdiri dari 3 (tiga) kelompok tani yaitu: 1) Kelompok Tani “Sejati”; 2) Kelompok Tani “Harapan Mandiri”; dan 3) Kelompok Tani “”Sugih Mukti”. Anggota Gapoktan Sukaratu berjumlah 328 KK kategori miskin dari jumlah penduduk sebanyak 1.803 jiwa. Tujuan Gapoktan adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan hasil pertanian. Meningkat hasil pertanian akan meningkatkan kesejahteraan para anggota kelompok tani dalam hal ini anggota kelompok tani dapat memenuhi terutama kebutuhan pokok sehari-hari. Mayoritas anggota kelompok tani sebagai petani penggarap dan buruh tani, hanya sejumlah kecil sebagai petani pemilik, jenis tanaman adalah tanaman padi. Peran Gapoktan Sukaratu sebagai kelas belajar telah berjalan walaupun tidak rutin, anggota Poktan melakukan diskusi, sharing, mengikuti penyuluhan serta musyawarah tentang masalah yang dihadapi terutama tentang hama. Peran selanjutnya yaitu wahana kerjasama. Kerjasama secara internal anggota kelompok tani Sukaratu telah melaksanakan kerjasama baik antara sesame anggota maupun antar kelompok tani, hanya kerjasama dengan pihak lain yang bias dilakukan yaitu dengan pihak Bank terutama BRI karena anggota tidak dapat memenuhi persyaratan sedangkan potensi yang ada yaitu KUD tidak aktif. Peran ketiga yaitu peran produksi. Anggota kelompok tani Sukaratu masih menggunakan teknologi yang konvensional serta pada umumnya petani penggarap dan buruh tani sehingga hasil panen harus berbagi dengan yang punya lahan. Buruh tani apalagi mereka hanya menggantungkan penghasilannya pada petani yang akan menggunakannya. Selain itu upah mereka rendah dengan demikian buruh tani tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan permasalahan yang dialami oleh Gapoktan Sukaratu yaitu belum adanya akses dengan pihak luar, produktivitas masih minim, pada umumnya masih untuk dikonsumsi sendiri itupun masih belum mencukupi kebutuhan sehari-hari. 50 Potensi yang ada yaitu keberadaan KUD tidak aktif, dengan kata lain bahwa Gapoktan Sukaratu belum dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani di Desa Sukaratu.

Article Details

Section
Articles