Dampak Sosial Pembangunan Desa Wisata Terhadap Masyarakat di Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga
Main Article Content
Abstract
Penulisan Skripsi ini dilakukan untuk memperoleh gambaran umum tentang dampak sosial pembangunan desa wisata terhadap masyarakat di Desa Serang. Terdapat 3 aspek pada penelitian ini yaitu cara hidup (way of life), budaya dan komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara mendalam tentang obyek penelitian, teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dengan total 4 informan yang dapat memberikan informasi dengan jelas mengenai dampak sosial pembangunan desa wisata. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak sosial pembangunan desa wisata, diantaranya cara hidup (way of life) cara bekerja masyarakat Desa Serang mengalami perubahan pekerjaan masyarakat ke sektor pariwisata dengan bekerja sebagai karyawan di tempat wisata, meyediakan jasa penginapan dan transportasi wisata, cara berinteraksi masyarakat mengalami perubahan dengan menggunakan teknologi canggih yaitu handphone android sehingga memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi antar warga. Budaya terdapat nilai norma di masyarakat yang terjadi pelanggaran nilai dan norma di tempat wisata dengan terjadinya pencurian di lokasi wisata namun pelaku pelanggaran nilai norma berasal dari luar kota Purbalingga dan bukan warga Desa Serang, Adat istiadat mengalami peningkatan dengan membuat kegiatan Festival Gunung Slamet sebagai upaya melestarikan kegiatan adat istiadat Ruwatan atau Sedakah Bumi dan di tambahkan penampilan kesenian dari Desa Serang yaitu Genjringan (Rebana) dan Kuda Lumping. Kepercayaan yang dianut masyarakat Desa Serang tidak mengalami perubahan dengan tetap saling menghormati dan menghargai kepercayaan yang dianut oleh warga Desa Serang yang berupa agama Islam, Kristen, Khatolik dan Hindu. Komunitas masyarakat Desa Serang mengalami penurunan kohesi sosial dan terganggunya stabilitas masyarakat dengan timbulnya kecemburuan sosial dan kesenjangan sosial pada masyarakat antar Dusun karena tingkat perekonomian yang terdapat perbedaan karena adanya desa wisata sehingga menimbulkan kecemburuan dan kesenjangan sosial di masyarakat Desa Serang sehingga memicu timbulnya konflik sosial. Berdasarkan hasil analisis masalah dan analisis kebutuhan maka peneliti menyusun suatu program yaitu “Peningkatan Kapasitas Kelompok Sadar Wisata” sebagai upaya menjaga kohesi sosial masyarakat Desa Serang. Tujuan program adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok dalam menumbuhkan kohesi sosial masyarakat Desa Serang.