Penyesuaian Diri Pasien Terhadap Pekerjaan Pasca Amputasi di Rumah Sakit Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta
Main Article Content
Abstract
Perubahan-perubahan dalam kehidupan termasuk pengalaman amputasi menuntut penyesuaian diri. Kesulitan dalam penyesuaian diri dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan keberfungsian sosial. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empiris tentang: 1) karakteristik pasien, 2) penyesuaian pribadi pasien terhadap pekerjaan pasca amputasi, 3) penyesuaian sosial pasien terhadap pekerjaan pasca amputasi, 4) faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri pasien terhadap pekerjaan pasca amputasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus terhadap empat kasus. Penelitian ini melibatkan 8 orang informan, terdiri dari 4 pasien amputasi dan 4 orang keluarga pasien yaitu suami, istri, dan orangtua pasien yang dipilih dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah uji kredibilitas data, keteralihan, ketergantungan, dan kepastian. Analisis data menggabungkan model Spradley dan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian pasien dalam waktu singkat mampu menyesuaikan diri. Pasien mampu menerima kenyataan amputasi dan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi kesulitan, serta mampu memelihara kembali aktivitas sosial dalam melakukan penyesuaian pekerjaan. Pasien tidak melakukan alih pekerjaan namun melakukan penyesuaian terhadap aktivitas dalam pekerjaan pasca amputasi seperti mengurangi jumlah dagangan yang dijual, menggunakan tangan kiri untuk bekerja, dan membuat gerobak untuk mempermudah pekerjaan dengan tangan. Dukungan keluarga dan keyakinan diri menjadi faktor yang mempermudah penyesuaian diri mereka. Sebagian pasien membutuhkan waktu yang lama untuk dapat menyesuaikan diri. Ketakutan yang berlebihan akibat trauma dan kurangnya informasi menjadi penghambat penyesuaian diri mereka. Program yang diusulkan untuk mempermudah penyesuaian diri pasien amputasi yaitu Program Terapi Psikososial.