Solidaritas Antar Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIb Sumedang
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan solidaritas yang di alami oleh warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Sumedang dimana banyaknya konflik yang terjadi antar warga binaan pemasyarakatan, karena kurangnya solidaritas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang “Solidaritas Antar Warga Binaan Pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Sumedang” mengenai aspek seperasaan, sepenanggungan, dan saling membutuhkan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survey deskriptif. Penarikan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan jumlah responden 71 orang warga binaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket/kuisoner, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Solidaritas Antar Warga Binaan Pemasyarakatan berada pada tingkatan tinggi hal tersebut ditunjukkan oleh total skor dari tiga aspek. Aspek seperasaan berada pada kategori tinggi yaitu dengan persentase sebesar 77.22 persen. Aspek sepenanggungan termasuk pada kategori tinggi yaitu dengan persentase 80.38 persen. Aspek saling membutuhkan termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 80.42 persen. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa aspek sepenanggungan memiliki pernyataan yang paling banyak dengan hasil skor sedang. Rekomendasi program untuk pemecahan permasalahan yaitu Peningkatan Solidaritas terkait Rasa Sepenanggungan Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Klas IIB Sumedang melalui Sensitivity Group. Program ini merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri atas penyuluhan serta simulasi sensitivity group. Program ini diharapkan dapat meningkatkan solidaritas warga binaan pemasyarakatan terkait rasa sepenanggungan di Lembaga Pemasyarakatan.